Workshop "Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pendukung Penyelenggaraan Teaching Faktory (Tefa) menghadirkan pemateri Ibu Tresi Tiara Intania Fatimah, SE. M.Pd.
Pada sesi I, Ibu Tresi menyampaikan tentang teaching factory. Pembelajaran yang dikembangakan di masing-masing sekolah telah dirancang berbasis bisnis dan berbasis produksi, namun pelaksanaannya masih ada beberapa kendala, seperti keterlambatan dalam menyerap informasi yang sangat berkembang cepat, pemenuhan terhadap kebutuhan pasar, keterlibatan seluruh siswa dalam proses produksi, penyesuaian prosedur kerja yang serupa dengan dunia kerja, penyesuaian dengan perubahan kurikulum, efisiensi bahan dan waktu pembelajaran, pemilihan aplikasi untuk pembelajaran, dan pengembangan softskill. Kendala-kendala ini diharapkan dapat diatasi dengan penguatan sarana dan prasarana yang mengacu pada penguatan kompetensi.
Pada sesi II, beliau menyampaikan materi tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Pada sesi ini peserta berdiskusi dengan pemateri. Diskusi diawali dengan penyampaian pengalaman melaksanakan P5 dan selanjutnya pemateri mengulas sebab-sebab kurang terlaksananya P5 sesuai rencana. Berdasarkan hasil diskusi, beliau merumuskan hal-hal yang perlu dipegang oleh guru pengajar P5, yakni pembelajaran berpusat pada siswa, pembelajaran lebih fleksibel dalam pembentukan karakter, pembelajaran dirancang untuk memecahkan permasalahan di sekitar sekolah. Untuk perbaikan pembelajaran P5 di SMK Negeri 3 Singaraja, beliau menyarankan untuk mengikuti alur pembelajaran, mulai dari perencanaan, kontekstualisasi, aksi, refleksi, serta evaluasi dan tindak lanjut dengan melibatkan siswa.
Workshop ini menjadi sangat menarik karena pemateri berbicara langsung tentang kendala dan penyelesaian permasalahan dalam memperkuat teaching factory di SMK Negeri 3 Singaraja.
SMK BISA, SMK HEBAT!!! STEMSI JAYA, STEMSI MANTAP!!!

