Jumat, 27 Juni 2025 merupakan hari ketiga SMK Negeri 3 Singaraja melaksanakan Workshop Review Kurikulum dengan tema “Resiliensi dan Growth Mindset dalam Deep Learning”. Workshop ini berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Singaraja dan diikuti oleh seluruh Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK se-Kabupaten Buleleng, serta pendidik dan tenaga kependidikan SMK Negeri 3 Singaraja.
Workshop ini secara resmi dibuka oleh Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, Ibu Nyoman Nilon, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun mindset bertumbuh (growth mindset) sebagai landasan dalam menyatukan visi dengan kepala sekolah, menciptakan iklim kerja yang positif, serta membangun budaya bersyukur dan tulus dalam melaksanakan tugas pendidikan.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Siti Irene Astuti D, M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam pemaparannya, Prof. Irene membahas materi mengenai “Mengenal Pribadi dengan Teori Jendela Johari”. Beliau menjelaskan bahwa konsep ini, diperkenalkan oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham, mencakup empat dimensi diri:
Pribadi terbuka (public self),
Pribadi tersembunyi (hidden self),
Pribadi terlena (blind spot),
Pribadi tak dikenal (unknown self).
Teori ini bertujuan untuk membantu individu memahami dirinya sendiri secara lebih dalam dan membuka ruang refleksi untuk pertumbuhan pribadi maupun profesional dalam berresiliensi. Prof. Irene juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan literasi numerasi yang telah dilaksanakan di SMK Negeri 3 Singaraja, sebagai aktualisasi growth mindset di lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan workshop dilanjutkan dengan sesi presentasi dan diskusi. Para peserta terlibat aktif dan antusias dalam membahas berbagai topik seperti identifikasi dimensi profil lulusan, desain pembelajaran, pengalaman belajar, hingga asesmen pembelajaran. Di akhir acara, kegiatan diisi dengan permainan dengan membuat jajar genjang dari potongan kertas yang sudah disiapkan. Kegiatan permainan ini berguna untuk melatih kolaborasi dan resiliensi para guru. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, pembagian sertifikat peserta workshop dan testimoni perwakilan peserta workshop terkait dengan materi yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi strategi penguatan kurikulum yang adaptif serta menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang inspiratif, kolaboratif, dan transformatif di Kabupaten Buleleng.
SMK BISA SMK HEBAT
STEMSI JAYA STEMSI MANTAP
SALAM DAN BAHAGIA

