Singaraja, 23 Mei 2026, SMK Negeri 3 Singaraja melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan di area sekolah dengan merayakan Tumpek Uduh. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah yang berkenan meluangkan waktu untuk hadir dalam persembahyangan sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewa Sangkara, dewa yang melindungi tumbuh-tumbuhan dan kesuburan alam. Suasana penuh khidmat terlihat ketika para siswa, guru, dan pegawai bersama-sama menghaturkan banten.
Tumpek Uduh, yang juga dikenal sebagai Tumpek Wariga, Tumpek Bubuh merupakan hari suci umat Hindu di Bali yang dirayakan setiap 210 hari, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 25 hari menjelang Hari Raya Galungan. Hari suci ini dimaknai sebagai ungkapan kasih sayang manusia terhadap alam semesta melalui konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Dalam pelaksanaannya, umat Hindu memohon kepada Hyang Widhi agar tumbuh-tumbuhan diberikan kesuburan serta menghasilkan buah dan manfaat bagi kehidupan manusia.
Pada kegiatan tersebut, warga sekolah juga melaksanakan tradisi “ngatag”, yaitu mengelus dan mengetuk batang pohon sambil melantunkan doa-doa agar tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat. Selain itu, persembahan berupa bubur sumsum dihaturkan sebagai bagian dari upakara untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam sejak dini.
SMK BISA SMK HEBAT
STEMSI JAYA STEMSI MANTAP
SALAM DAN BAHAGIA

